Sekalian ane ngeblog sekalian juga ane bagi-bagi sedikit pengetahuan khususnya buat para pelajar, karna ane sendiri masih seorang pelajar.. Selamat blajar yah..
Peribahasa ialah bahasa berkias berupa kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya. Berdasarkan isinya, Peribahasa mencakup pepatah, perumpamaan, pemeo, dan ungkapan.
Pepatah ialah sejenis peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua-tua.
Contoh:
Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua. ‘ Budi baik itu tidak akan dilupakan orang.’
Perumpamaan ialah sejenis peribahasa yang berisi perbandingan. Biasanya menggunakan kata: seperti, bagai, bak, laksana, dan lain-lain.
Contoh:
Seperti air dengan tebing. ‘persahabatan yang kokoh dan tolong-menolong’
A. Pemeo ialah sejenis peribahasa yang dijadikan semboyan.
Contoh:
Patah tumbuh hilang berganti. ‘sesuatu yang hilang pasti ada penggantinya’
Ungkapan atau idiom adalah gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.
Contoh:
tinggi hati : ‘sombong’
ringan kepala : ‘mudah belajar’
darah daging : ‘anak kandung’
dingin hati : ‘tidak bersemangat
uang panas : ‘uang tidak halal’
panas rezeki : ‘sukar mencari rezeki’
B. Majas
ialah bahasa berkias yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.
1. Simile (perumpamaan) ialah majas yang berupa perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda tetapi sengaja dianggap sama. Biasanya dinyatakan dengan kata: seperti, bagai,sebagai, laksana, bak, ibarat, dan sebagainya.
Contoh: Bedanya seperti langit dan bumi.
2. Metafora ialah perbandingan yang singkat dan padat dinyatakan secara implisit dan langsung.
Contoh: bunga bangsa (pemuda), kuli tinta (wartawan), raja siang (matahari)
3. Personifikasi ialah majas yang menggambarkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat insani (seperti manusia).
Contoh: Badai mengamuk merobohkan rumah-rumah.
4. Antitesis ialah majas yang berupa paduan dua kata yang berlawanan.
Contoh: Bahasa dapat menunjukkan tinggi rendahnya bangsa.
5. Alegori ialah cerita yang diceritakan dalam lambang-lambang. Alegori kerapkali mengandung sifat-sifat moral atau spiritual. Biasanya alegori merupakan cerita-cerita yang panjang dengan tujuan yang terselubung. Alegori dapat berbentuk puisi atau prosa.
Misalnya: Kancil dan Buaya.
C. Hubungan Makna
Hubungan makna antarkata dapat berwujud : sinonim, antonim, homonim, homograf, homofon, polisemi, hiponim dan hipernim (superordinat).
1. Sinonim
Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama.
Contoh:
a. Yang sama maknanya:
sudah – telah
sebab – karena
b. Yang hampir sama maknanya
untuk – bagi – buat – guna
cinta – kasih – sayang
2. Antonim
Antonim adalah kata-kata yang berlawanan makna.
Contoh:
besar x kecil
ibu x bapak
3. Homonim
Homonim ialah dua kata atau lebih yang ejaan dan lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh:
buku 1 : buku kaki/tangan ‘ tulang sendi’
buku 2 : buku tulis ‘kitab’
4. Homograf
Homograf adalah kata-kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda.
Contoh:
mental 1 : mental dari sepeda ‘terpelanting’
mental 2 : mental baja ‘batin, jiwa’
5. Homofon
Homofon adalah kata-kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda.
Contoh:
sangsi : tidak sangsi ‘ragu-ragu, bimbang’
sanksi : tidak ada sanksinya ‘ tindakan, hukuman’
6. Polisemi
Polisemi adalah satu kata yamg memiliki makna banyak.
Contoh:
a. Didik jatuh dari sepeda.
b. Harga gabah jatuh. ‘merosot’
c. Setiba di rumah dia jatuh sakit. ‘menjadi’
d. Dia jatuh dalam ujian. ‘gagal’
7. Hiponim dan Hipernim
Hiponim adalah kata-kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinat/ hipernim (kelas atas), sedangkan hipernim adalah sebaliknya.
Contoh:
Kata bunga merupakan superordinat, sedangkan mawar, melati, anggrek, flamboyan, dan sebagainya merupakan hiponimnya.
D. Istilah
Istilah, bentuknya dapat berupa kata atau gabungan kata, tetapi mengungkapkan makna konsep sesuatu (proses, keadaan, atau khas bidang tertentu).
Ada dua kelompok istilah, yaitu istilah umum (digunakan secara umum) dan istilah khusus (digunakan dalam bidang tertentu, misalnya: pertanian, ekonomi, seni, agama, dsb.)
Makna istilah, tidak terpengaruh oleh konteks dan bermakna pasti.
Contoh:
a. Distribusi bahan bakar minyak di Bali mengalami hambatan.
Makna distribusi, ialah pengiriman atau penyaluran ke beberapa orang atau beberapa tempat (istilah umum).
b. Karya sastra menunjukkan fenomena masyarakat tempat karya itu dilahirkan.
Makna fenomena, ialah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah; fakta; kenyataan.
c. Dia berobat kepada okulis. (istilah khusus)
Makna okulis, ialah dokter mata, ahli penyakit mata.
nah segitu aja sob ilmu sastra yg bru ane dapet smoga bermanfaat..
sip,
BalasHapus